Dari Losari, BBKSDA Sulsel Suarakan Konservasi Alam Sebagai Sikap Hidup dan Budaya Bangsa

oleh -151 kali dilihat
Dari Losari, BBKSDA Sulsel Suarakan Konservsi Alam Sebagai Sikap Hidup dan Budaya Bangsa
Salah seorang peserta HKAN menjaring sampah di Pantai Losari/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

[hijau]Dalam diri kaum milenial, ada kekuatan sebagai peneruk konservasi[/hijau]

Klikhijau.com – Saya telah lupa kapan terakhir ke Losari di waktu pagi. Rasanya sudah sangat. Selain jaraknya yang lumayan jauh dar tempat tinggal saya. Berkunjung ke Losari di pagi hari juga bagi saya kurang menarik. Meskipun itu di hari Minggu.

Namun, hari Minggu kali ini, 21 Juli 2019. Saya bergegas bangun ketika pagi masih sangat belia, meski tidur terlalu larut. Kendaraan di jalan masih agak sepi ketika melajukan Ebeata. Pagi tadi, ada acara yang mesti saya hadiri.

Acara itu merupakan rangkaian Menuju peringatan Hari Konservasi Alam Nasional tahun (HKAN) 2019. Tahun  ini, Indonesia memperingati 11 tahun HKAN yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Acara puncak HKAN akan digelar di Batam.

KLIK INI:  3 Alasan Kenapa Harus Datang ke Acara BBKSDA Besok di Losari

Acara di Losari itu digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mempunyai tugas penyelenggaraan konservasi sumber daya alam.

Libatkan kaum milenial

Acara itu mengusung tema “Spirit Konservasi Alam Milenial” mengadakan kegiatan Street Campaign. Dipusatkan di Area Pantai Losari, Minggu, 21 Juli 2019.

Ellyyana Said, Ketua Panitia (HKAN) 2019 mengatakan Street Campaign ini dilakuka aksi nyata membersihkan area sekitar pantai losari.
Acara bersih pantai itu menggunakan dua unit perahu pembersih sampah yang masuk ke laut di sekitaran Pantai Losari.

KLIK INI:  BBKSDA dan Lindungi Hutan Gelar Even "Makassar Rawat Bumi" di Lantebung

Bukan hanya itu, ada pulan kegiatan Promosi Deseminasi, Bakti Konservasi donor darah dan pembagian bibit gratis (Free Seedings).

“Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak terkait dari pemerintah dan swasta khususnya anak-anak muda,” ungkapnya.

Kepala BBKSDA Sulsel, Thomas Nifinluri mengatakan selain street Campaigh di Anjungan Pantai Losari ini. Beberapa hari ke depan ada juga kegiatan Schoool Conservation di SD Sudirman, 24 Juli mendatang.

Ditambah dengan Talk show “Konservasi Milenial”, Conservation Award, Penanaman Pohon Endemik dan Release Satwa secara simbolis di Fort Roterdam Makassar pada 25 Juli mendatang.

“Kita banyak melibatkan milenial karena mereka penerus dan memang tenaganya kuat untuk melanjutkan ini semua,” tambahnya.

Konservasi alam bukan hanya untuk melestarikan lingkungan hidup, namun juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

KLIK INI:  BBKSDA Sulsel Inspirasi Anak-Anak Muda di Kota Palopo Agar Peduli Satwa

Konservasi merupakan upaya pelestarian atau perlindungan, yaitu kegiatan yang dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan, dengan tetap mendapatkan manfaat yang berkelanjutan dan mempertahankan komponen-komponen alam yang ada.

Konservasi sendiri dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan seseorang atau lembaga yang bertujuan untuk pelestarian alam.

Peringatan HKAN di Pantai Losari tentunya juga sebagai upaya untuk memasyarakatkan konservasi alam secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa.

Dalam peringatan ini diharapkan pengelolaan terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan manfaat dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Spirit adalah semangat berkolaborasi untuk aksi konservasi alam bersama para pihak mulai dari masyarakat umum, media, tokoh masyarakat, pemerhati, PT, LSM, pemuda, anak-anak, perempuan, pemda dan swasta.

Semua pihak berperan dan berpartisipasi aktif dalam mempromosikan dan membudayakan konservasi alam dan keanekaragaman hayati.

KLIK INI:  Tentang Kakapo, Nuri Endemik Selandia Baru yang Terancam Punah