Damkar Menanam, Lahan Kantor Menjadi Kebun Produktif di Bulukumba

oleh -104 kali dilihat
Sekelompok pegawai negeri di Bulukumba memilih untuk kembali ke alam. (Foto:ist)

Klikhijau.com – Sekelompok pegawai negeri di Bulukumba memilih untuk kembali ke alam. Bukan untuk liburan, melainkan untuk mengubah lahan kosong di halaman kantor mereka menjadi lumbung pangan yang produktif.

Gerakan ini merupakan respons atas ajakan pemerintah daerah untuk memanfaatkan setiap jengkal tanah yang menganggur. Hasilnya? Kantor-kantor pemerintah yang tadinya hanya diisi gedung, kini dihiasi dengan rimbunnya tanaman cabai, sayuran, dan bahkan kolam ikan.

Ketika Pegawai BPBD Memegang Cangkul

Di halaman belakang Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, pemandangan tak biasa tersaji. Para pegawai yang biasanya sibuk dengan simulasi penanggulangan bencana, kini terlihat menggemburkan tanah dengan cangkul dan traktor mini.

KLIK INI:  Dari Jeneponto, PT Pelindo Hijaukan Indonesia dengan Mangrove

Lahan seluas 1.032 meter persegi bekas lokasi Balai Latihan Kerja (BLK) itu dipersiapkan untuk ditanami bibit cabai dan tanaman pangan jangka pendek lainnya.

Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, menjelaskan bahwa inisiatif ini didorong oleh motivasi dari Bupati.

“Bapak Bupati selalu mengingatkan agar lahan yang menganggur diolah dan ditanami tanaman produktif,” ujarnya.

Gerakan ini tak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga mempererat kebersamaan para pegawai dalam kegiatan yang bermanfaat.

Diversifikasi Pangan di SKB: Cabai – Kolam Ikan

Semangat yang sama juga tampak di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba. Lahan kosong seluas lebih dari 1 hektar di belakang kantor ini disulap menjadi lahan pertanian dan perikanan yang terintegrasi.

KLIK INI:  Kearifan Ekologis Masyarakat Adat Kajang dalam Melestarikan Lingkungan

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Buyung Saputra, lahan tersebut kini ditanami cabai, sukun, dan mangga. Tak hanya itu, mereka juga membuat kolam ikan nila seluas 45 x 30 meter dengan kapasitas hingga 30.000 ekor ikan.

“Ini menjadi contoh nyata bahwa lahan kosong bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung ketahanan pangan,” kata Andi Buyung.

Petugas Pemadam Kebakaran, Pahlawan Lingkungan yang Berbeda

Para petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bulukumba juga tak mau ketinggalan. Di sela-sela waktu siaga, mereka mengolah pekarangan kantor menjadi kebun sayur. Inisiatif ini telah berjalan selama beberapa bulan, dan hasilnya pun sudah dinikmati.

“Kami sudah panen cabai dan sekarang sedang melakukan peremajaan tanaman kembali,” ujar salah seorang petugas.

Kegiatan ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, bahkan di luar tugas utama.

Mendorong Gerakan Gemoi: Menuju Kemandirian Pangan Keluarga

Gerakan mandiri di kantor-kantor ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan TP PKK Bulukumba yang disebut Gerakan Tanam Lombok Nikmati Hasilnya (GEMOIH). Program ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong untuk menanam cabai dan sayuran.

Diharapkan, GEMOIH dapat menjadi solusi cerdas untuk mengendalikan inflasi, terutama terkait harga cabai yang sering bergejolak. Dengan adanya kemandirian pangan di tingkat keluarga, masyarakat tidak lagi terlalu bergantung pada pasar, sehingga kebutuhan sayuran dapat terpenuhi dengan mudah dan biaya yang lebih rendah.

Gerakan kolektif ini bukan hanya tentang menanam, tetapi juga tentang menumbuhkan kesadaran. Bahwa ketahanan pangan dimulai dari hal kecil, dari sepetak lahan di halaman kantor atau pekarangan rumah.