Cara Unik Istri Menko Maritim Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan

oleh -121 kali dilihat
Cara Unik Istri Menko Maritim Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan
Peserta Senandung untuk Bumi?foto-Ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – “Senandung untuk Bumi” menjadi tema yang dipilih Yayasan Del sebagai bentuk kepedulian kepada lingkungan.

Yayasan non-profit yang telah berdiri sejak 2001 itu mengadakan kompetisi menyanyi bertajuk “Senandung untuk Bumi” yang diikuti anak berusia 10–15 tahun.

Istri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  (Menko Maritim) Luhut Pandjaitan, Devi Pandjaitan yang menginisiasi cara unik tersebut mengajak anak muda peduli lingkungan.

Yayasan Del selama 18 tahun ini memang telah fokus mengembangkan potensi anak-anak Indonesia melalui salah satunya bidang pendidikan. Melalui kompetisi paduan suara anak Yayasan Del, anak- anak diharapkan dapat belajar banyak.

KLIK INI:  Inilah Jenis Limbah Medis yang Harus Anda Ketahui

Kompetisi yang berlangsung pada Sabtu, 26 Oktober 2019 tersebut merupakan perpanjangan tangan fokus Yayasan Del di bidang pendidikan.

“Jadi, tak hanya mendidik secara akademis. Tapi juga mengajarkan sisi lain untuk jadi pribadi yang mencintai seni sekaligus lingkungan,” tutur Devi Pandjaitan, Founder sekaligus Pembina Yayasan Del

Menurutnya selain melatih karakter mereka dalam bekerjasama dengan anggota tim vokal, mereka pun tergerak untuk memulai peduli terhadap lingkungan melalui lagu wajib yang mereka pelajari dan mereka bawakan.

Devi pun menambahkan bahwa rasa cinta pada lingkungan haruslah ditumbuhkan sejak dini.

KLIK INI:  Berpatroli Jaga Hutan dan Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan

Untuk itulah tema ‘Senandung Untuk Bumi’ kali ini dirasa sangat cocok untuk juga mendidik generasi muda. Agar menjaga lingkungan kita karena Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat besar.

Diikuti 23 kelompok

“Kompetisi serupa akan menjadi agenda dwi tahunan Yayasan Del dan diharapkan Yayasan Del dapat terus memberi sumbangsihnya terhadap perkembangan karakter anak bangsa,” kata Devi.

Ada 23 kelompok paduan sekolah dari berbagai sekolah di Jakarta dan sekitarnya yang mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka yang bertanding merupakan pilihan Yayasan Del yang telah diundang sejak Februari 2019 dan jadi kelompok paduan suara yang berhasil memenuhi syarat kompetis.

KLIK INI:  Armonica, Grup Band Asal NTB Rilis Album Inspiratif tentang Lingkungan

Ketua Panitia Senandung untuk Bumi, Intan Simanjuntak berharap, peserta akan paham lirik lagu peduli untuk bumi.

“Kami berharap, selama berlatih peserta akan memahami lirik lagu untuk peduli lingkungan. Karena dinyanyikan berkali-kali selama berlatih, jadi bisa tertanam,” tuturnya

Intan menambahkan bahwa tak semua yang diundang hadir, sebab ada yang harus fokus ujian. Ada juga yang sudah harus mempersiapkan diri di kompetisi lain.

“Dua minggu lalu kami baru dapat daftar peserta fix siapa saja yang ikut,” ujar Intan.

Menurut Aida Swenson selaku ketua juri bahwa peserta  dinilai berdasarkan teknik vokal, teknik musik. Selain itu, juga teknik gerak tubuh, dan melodi yang mendukung lirik.

“Bagaimana nyanyian mereka menyentuh hati kami (juri),” tuturnya.

Berlomba dalam dua kategori, yakni Children’s Choir dan Folklore. Peserta diharuskan membawa lagu wajib Laut Indah Tanpa Sampah, yang diciptakan oleh Arnoldus Isaak Apituley, serta satu lagu daerah pilihan dari peserta.

Lagu wajib yang dibawakan merupakan refleksi semangat ajakan peduli lingkungan. Dengan lirik menceritakan tentang keindahan laut Indonesia dengan potensi wisata luar biasa, tapi terancam karena pencemaran lingkungan.

Persoalan lingkungan memang harus disikapi dengan berbagai cara untuk mengajak masyarakat lebih peduli.

KLIK INI:  Kenalkan Xylarium Bogoriense, Perpustakaan yang Hanya Berisi Kayu!