Cara Simpel Menanam Selada dengan Teknik Hidroponik
Klikhijau.com – Menanam selada dengan teknik hidroponik merupakan satu cara khusus mengantisipasi ruang yang terbatas. Selain penataannya yang lebih estetis, teknik hidroponik akan menghasilkan tanama...
Klikhijau.com – Menanam selada dengan teknik hidroponik merupakan satu cara khusus mengantisipasi ruang yang terbatas. Selain penataannya yang lebih estetis, teknik hidroponik akan menghasilkan tanaman selada yang lebih bersih dan segar.
Hidroponik merupakan budidaya tanam dengan memanfaatkan media air dan tanpa menggunakan tanah. Cara seperti ini dapat menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Hasilnya sayuran pun tampak lebih segar, dan terhindar dari bahaya pestisida kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
Dengan cara ini pula, air yang dibutuhkan pun lebih sedikit daripada menanam dengan tanah. Jadi, sangat cocok jika diterapkan pada daerah dengan pasokan air terbatas atau lokasi menanam yang tidak memadai.
Lalu, bagaimna cara menanam selada hidroponik yang simpel, baik dan benar? Dilansir dari Hidroponikpedia, berikut tipsnya!
[irp]
Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
Yang pertama dan paling utama, Sahabat Hijau harus siapkan alat tempurnya terlebih dahulu, alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut.- Tandon
- Pot.
- Sumbu
- Nutrisi selada hidroponik
- Benih
- Media tanam hidroponik
- TDS atau EC Meter
- Siapkan air baku
Persiapan bibit selada
Persiapan bibit yang baik dengan cara melihat varietas yang sesuai dengan keadaan atau iklim untuk bertanam selada. Jika tempat anda berada di dataran tinggi, pilihlah benih yang toleran terhadap hawa sejuk. Sebaliknya jika di dataran rendah atau menengah, gunakan benih yang toleran terhadap cuaca panas. Kemudian semai benih selada pada wadah tanam, bisa menggunakan polybag dengan media semai apa saja. Jika menggunakan arang sekam, maka masukkan arang sekam dalam polybag. Kemudian basahi arang sekam hingga benar-benar basah. Tanam benih selada satu persatu dalam polybag. Biasanya benih akan berkecambah dalam jangka 3 hingga 4 hari, namun pengecekan rutin dapat dilakukan dengan membersihkan kotoran disekirar area tanam. Benih selada dapat dipindah tanam ketika berumur 25 - 30 hari setelah semai. [irp]Penanaman Selada
Setelah benih berumur 25-30 hari. Siapkan tandon, larutan nutrisi, pot, sumbu, dan polybag yang berisi bibit selada. Pasang sumbu pada pertengahan alas pot yang telah dilubangi dengan panjang disesuaikan dengan kedalaman tandon. Usahakan sumbu menyentuh dasar tandon agar penyerapan airnya dapat optimal. Lalu buka polybag bibit selada yang sudah disemai dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak atau putus, ini dapat menyebabkan terganggunya proses pertumbuhan, fatalnya bibit akan berubah warna kemudian layu dan mati. Kemudian masukkan bibit ke dalam pot dan isi pot dengan media tanam hingga penuh, setelah itu letakkan pot pada tandon. Berikan larutan nutrisi hidroponik dengan dosis rendah. Jarak tanam selada hidroponik yakni 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Box styrofoam yang sering digunakan adalah box bekas buah anggur yang ukurannya 40 x 60 cm. Satu box ini cukup untuk enam lubang tanam atau enam buah pot, dengan jarak 20 x 20 cm. [irp] Selada yang baru ditanam diletakkan pada tempat yang teduh selama 2 hingga 3 hari, ini bertujuan agar bibit dapat beradaptasi terlebih dahulu. Kemudian, kenalkan dengan sinar matahari secara bertahap. Jika cuaca terlalu panas, letakkan tanaman selada hidroponik di bawah naungan plastik, kain, atau paranet. Juga perlu diperhatian untuk keamanannya, hindari meletakkan tanaman dekat dengan hewan peliharaan, jangkauan anak kecil atau bahaya lainnya.Dosis PPM larutan nutrisi untuk selada hidroponik.
- Saat selada berumur 1 - 7 HST (hari setelah tanam), gunakan larutan nutrisi hidroponik dosis rendah, yaitu 500 PPM.
- Saat selada berumur 8 - 14 HST, naikkan dosis nutrisi selada hidroponik menjadi 700 PPM.
- Selada berumur 15 - 21 HST, naikkan lagi dosis nutrisi menjadi 900 PPM.
- Selada berumur 22 HST hingga panen, dosis 900 PPM.