Bunga Kerudung Pengantin, Si Cantik yang Diabaikan

Klikhijau.com – Bunga kerudung pengantin atau Clerodendrum wallichii sangat layak digelari tanaman bandel. Penamaan tanaman bandel itu dikarena tanaman ini sangat sulit diberantas. Itu terbukti dar...

Bunga Kerudung Pengantin, Si Cantik yang Diabaikan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Banyak jenis

Untuk tanaman dari genus Clerodendrum sendiri, bukan hanya Clerodendrum wallichii. Namun, genus ini terdiri dari lebih dari 450 spesies pohon atau semak. Genus ini terdiri dari sekitar 400 spesies ( Armitage, 2001).

Nama genus Clerodendrum sendiri berasal dari kata Yunani 'kleros', yang berarti 'kebetulan', 'banyak', atau 'takdir', dan 'dendron', yang berarti 'pohon'.

Ini menunjukkan adanya kemungkinan merujuk pada banyak dan kadang-kadang meragukan kualitas obat yang telah ada. berasosiasi dengan semak, pohon, dan pemanjat ini (Stearn, 1992 ; Armitage, 2001 ; Quatrocchi, 2012 ).

Nama spesies 'wallichii' sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada Nathaniel Wallich (1786-1854). Meski tanaman ini awalnya “ditemukan” oleh Nathan Wolff, seorang ahli botani Denmark. Dia berkontribusi besar untuk pengetahuan flora India melalui pekerjaannya sebagai ahli bedah dan kemudian pengawas kebun raya di Calcutta (Stearn, 1992 ).

Namun, Nathaniel  Wallich yang mendeskripsikan spesies ini  pada tahun 1829 dengan nama Clerodendrum nutans. Namun, pada tahun 1952 Elmer Merrill mengganti nama spesies tersebut menjadi Clerodendrum wallichii.

 Distribusi dan klasifikasi ilmiah

Menurut rueda (1993) tanaman ini paling melimpah di Afrika dan Asia, meskipun beberapa spesies asli terdapat di Dunia Baru, lebih banyak lagi yang dibudidayakan dan dinaturalisasi.

Spesies C. wallichii dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis sebagai tanaman hias. Ia berasal dari Asia selatan dari Himalaya hingga Cina selatan, selatan hingga Indochina, Kepulauan Nicobar, dan timur laut hingga Pakistan.

Sedangkan di Mesoamerika, spesies ini telah dikumpulkan di Guatemala, El Salvador, dan Kosta Rika ( Rueda, 1993). Di Hindia Barat, spesies ini eksotis di Hispaniola dan dinaturalisasi di Puerto Rico (cabidigitallibrary.org).

Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:


  • Kerajaan: Tumbuhan

  • Divisi: Spermatophyta

  • Subfilum: Angiospermae

  • Kelas: Dikotil

  • Memesan : Lamiales

  • Keluarga: Lamiaceae

  • Marga: Clerodendrum

  • Jenis: Clerodendrum wallichii


Di kampung saya, tanaman ini kerap dijadikan pagar di halaman, seperti yang dilakukan puang Rahman. Padahal keindahan bunganya menjadikan tanaman ini  dibudidayakan dan diperkenalkan sebagai tanaman hias.

Tidak hanya itu, di beberapa marketplace tanaman ini yang memiliki harga menggiurkan, yakni Rp50.000/batang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2