Bisakah TPA Sampah Disulap Jadi Tempat Wisata Edukasi?
Klikhijau.com - Apa yang pertama kali hinggap ke telinga kita ketika menyebut TPA alias Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah?. Semisal TPA Antang yang menjadi pusat pembuangan sampah-sampah dari selur...
Klikhijau.com - Apa yang pertama kali hinggap ke telinga kita ketika menyebut TPA alias Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah?. Semisal TPA Antang yang menjadi pusat pembuangan sampah-sampah dari seluruh penjuru Makassar.
Sebagian besar dari kita merasa jijik, kotor, dan bisa jadi refleks menutup hidung seolah membayangkan diri sedang menghirup bau sampah yang busuk.
Tetapi tidak demikian halnya dengan TPA di Talangagung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di TPA ini, sampah dikelola secara tepat dan mendatangkan banyak manfaat, terutama dalam tiga hal: ekonomi, edukasi, dan sumber energi terbarukan. Bagaimana caranya?
Setiap hari, sebanyak 160 M3 sampah dari 8 kecamatan di Malang disatukan. Karena TPA Talangagung menggunakan pendekatan 3R alias reduce, reuse, dan recycle, sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dari 8 kecamatan itu dipilah terlebih dahulu.
[irp posts="5890" name="3 Inovasi di TPA Talangagung yang Membuatnya Istimewa dan Mencengangkan"]
Salah bagian menarik dalam pengelolaan sampahnya adalah controlled landfill. Tumpukan sampah ditata dengan mengikuti topografi dan struktur geologi setempai sampai mencapai ketinggian sekitar 2 meter kemudian ditutup tanah atau terpal yang dapat terurai.
Metode ini memungkinkan penguraian sampah yang efektif. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang sampai cekungannya penuh dan menjadi lahan urug terkendali.