Berkenalan dengan Bunga Alamanda, Kandungan dan Manfaatnya

oleh -12 kali dilihat
Bunga alamanda
Bunga alamanda-foto/Ist

Klikhijiau.com – Setiap pengunjung akan menoleh ke kiri begitu hampir mencapai di puncak Tandabaca. Sebab di sebelah kiri itu, terdapat bunga berwarna kuning cerah. Namanya bunga  alamanda.

Tanaman alamanda, adalah jenis tanaman berbunga yang terkesan tumbuh menjalar. Ia bisa meninggalkan batangnya dengan cukup jauh.

Warna bunganya yang kuning cerah akan mudah terlihat dari jarak jauh. Kelopak bunganya pun terbilang cukup besar.

Di Tandabaca, Desa Kindang, Bulukumba setidaknya ada tiga bunga alamanda yang ditanam terpisah. Ketiganya telah mengeluarkan bunga.

KLIK INI:  Araceae, Tumbuhan Potensial yang Terancam Degradasi Hutan

Bunga ini sangat mencolok di antara kepungan warna hijau tumbuhan lain dan juga gulma yang mengepung tempat yang tersebut.

Tanaman bunga yang menyandang nama ilmiah Allamanda cathartica ini terbilang tanaman yang mudah tumbuh. Ia bisa berdamai dengan segala kondisi cuaca, baik dingin mau pun panas.

Bunga alamanda bisa saja dibiarkan menjalar ke tanah, bisa pula diintervensi dengan membuatnya medianya untuk menjalar.

Sebagai tanaman yang memiliki bunga indah, tanaman ini kerap jadi pilihan untuk di tanaman di halaman rumah. Hanya saja perlu kerajinan tersendiri untuk merawatnya—minimal harus rajin memangkasnya agar tidak menjalar ke mana-mana.

Pun saat pemangkasan, pastikan batang atau tangkainya terbuang dengan baik. Sebab saking mudanya tumbuh, batang atau tangkai yang telah dipangkas lalu bersentuhan dengan tanah, bisa dipastikan tanaman ini akan bembali bertumbuh.

Pada batang atau tangkai yang bersentuhan dengan tanah akan mengeluarkan akar, lalu bertumbuh kembali dengan subur.

KLIK INI:  Impatiens Walleriana, Tumbuhan Berbunga yang Bisa Menumbuhan Dirinya Sendiri
Kandungan alamanda

Setiap tanaman memiliki kandungan tersendiri. Kandungan itu bisa saja berbahaya jika dikonsumsi, bisa pula membawa beragam manfaat, khususnya bagi kesehatan.

Lalu bagaimana dengan alamanda, tanaman berbunga dari ordo Gentianales ini seperti pula tanaman lainnya. Memiliki beragam kandungan, baik daun maupun bunganya

Elisabeth Arundhina dkk, (2014) menemukan bahwa daun bunga alamanda mengandung senyawa fitokimia, antara lain alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid saponin, dan tanin.

Tanaman ini diprediksi pula memiliki senyawa anti jamur. Aktivitas antijamur ektrak etanol daun tanaman ini diduga berhubungan dengan kandungan senyawa fitokimia yang berada di dalam ekstrak tersebut.

Senyawa fitokimia diduga memiliki keampuhan sebagai antijamur seperti alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, tanin, dan triterpenoid, (Vibrianthi, 2011).

Bunga alamanda juga diketahui memiliki beberapa fungsi medis, salah satunya dapat dipakai sebagai laksatif. Getahnya memiliki sifat antibakteri. Tanaman ini juga memiliki sifat antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus.

Bunga tanaman ini juga umum dimanfaatkan sebagai obat untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa. Selain itu, akar dari tanaman ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit kuning.

KLIK INI:  Tanaman Hias Indonesia Semakin Menghiasi Pasar Luar Negeri

Manfaat kesehatan lainnya adalah dapat digunakan sebagai obat untuk penawar racun. Caranya setelah dicuci bersih, daun bunga alamanda direbus hingga mendidih lalu diminum.

Tak hanya itu, juga berguna untuk mengobat bisul atau kurap dengan cara dibalurkan pada bagian yang terkena sembelit dan bisul atau kurap.

Morfologi alamanda

Tanaman dari  famili Apocynaceae ini berasal  dari  Brazil  di Amerika  Selatan. Ia dapat ditemukan di wilayah dengan ketinggian 10 hingga 850 meter di atas permukaan laut.

Bunga alamanda tergolong tanaman perdu dengan tinggi 4 hingga 5 meter. Batangnya berkayu, berbuku-buku, tiap buku terdapat 4 hingga 5 daun. Daunnya melingkar dan bergetah.

Tanaman ini berdaun tunggal, lonjong dengan tepi rata melipat ke bawah. Pada ujung dan pangkalnya meruncing. Bunga alamanda merupakan bunga majemuk dengan bentuk tandan di ujung cabang dan ketiak daunnya.

Alamanda memiliki  tangkai  yang  berbentuk  selindris,  pendek  dan hijau.   Kelopak   bunganya berbentuk   lanset dengan permukaan yang halus dan berwarna hijau.

KLIK INI:  Mekar Hanya Sesaat, Luangkan Waktu Menikmati Keindahan 5 Bunga Ini!

Sementara benang sarinya tertancap pada mahkota. Mahkotanya berselang pada  lekukan, tangkai   putih   selindris   dan   mahkota   berbentuk   corong   atau terompet.

Buahnya berbentuk kotak, bulat, diameter  lebih  kurang  1,5  cm dengan  biji  berbentuk  segitiga.  Ketika masih muda bijinya berwarna hijau keputih-putihan, namun  setelah  tua  warnanya akan  menjadi  hitam.

Tanaman dari genus Allamanda ini berakar  tunggang berwarna putih kusam (Hidayat, 2015). Jika ingin memperbanyak tanaman ini, bisa secara  vegetative.

Jika membutuhkan tanaman yang hijau sepanjang tahun, tanaman ini cocok ditanam karena bersifat evergreen atau hijau sepanjang tahun. Batangnya yang telah berusia tua akan berwarna coklat dikarena pembentukan kayu, sementara tunasnya yang muda berwarna hijau.

KLIK INI:  Monstera Deliciosa, Tanaman Hias Mewah dengan Buah Lezat yang Misterius
Nama lain dari alamanda

Di  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) alamanda memiliki arti semak bergetah yang banyak ditanam sebagai tanaman hias, bunganya besar berwarna kuning dan berbentuk terompet.

Bunga alamannda memiliki beragam nama, di antaranya bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau bunga buttercup, Lame areuy (Sunda) dan bunga akar kunig (Melayu).

Selain itu, tanaman dari devisi Tracheophyta  ini memiliki jenis lebih dari satu, yakni  alamanda kuning, alamanda ungu, allamanda scottii, dan allamanda Polyantha

Nah, sahabat hijau, itulah sekilas tentang bunga alamanda, bunga yang bisa kamu nikmati keindahannya ketika berkunjung ke Tandabaca.

KLIK INI:  Agar Tetap Aman, Ini 5 Trik Repotting Tanaman Berduri