Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Inspirasi hijau

Berkat Sampah, Remaja di Kenya Tak Lagi Menganggur

Klikhijau.com – Bagi remaja yang menganggur di Nairobi, ibu kota Kenya.  Tak perlu resah masalah pekerjaan. Asal mereka mau bekerja “kotor”. Pekerjaan “kotor” itu adalah membersihkan sampah di jala...

Oleh Idris Makkatutu 22 Jun 2019 10:13 2 menit baca
Klikhijau.com – Bagi remaja yang menganggur di Nairobi, ibu kota Kenya.  Tak perlu resah masalah pekerjaan. Asal mereka mau bekerja “kotor”. Pekerjaan “kotor” itu adalah membersihkan sampah di jalan-jalan Kota Nairobi. Persoalan sampah memang menjadi masalah yang terus meneror. Ia menjadi masalah terbesar kota-kota di dunia. Apalagi sampah yang berserakan dan tak dipungut. Hal tersebut diakui  PBB bahwa sampah yang tak dipungut adalah salah satu masalah terbesar di kota-kota. Apalagi  bertambahnya penduduk di dunia, membuat masalah itu makin membiak. [irp posts="298" name="Aksi Bebas Sampah, Komunitas Ini Akan Jemput Sampah Di Rumah Warga"] Masalah sampah pun di alami oleh Kenya, namun negara itu punya solusinya, yakni mempekerjakan para remaja yang menganggur. Ide itu di pelopori oleh  Isaac Mutisia, yang telah berusia 35 tahun. Ia adalah wakil pendiri Kelompok Remaja Pelestari Lingkungan Mathare. Ia adalah inisiator kegiatan untuk memungut sampah itu. Isaac Mutisia dan kelompoknya membersihkan lingkungan yang kotor dengan mengumpulkan sampah. Di daerah kumuh Mathare di Nairobi, pekerjaan itu adalah kebutuhan yang mengerikan.
Permukiman yang dipadati sampah
Di Mathare, diyakini dihuni sekitar 200.000 orang, padahal luasnya hanya dua kilometer persegi. Permukiman kumuh itu tak hanya dipadati orang, tetapi juga sampah mereka. Hal mengerikan menurut PBB, satu penduduk kota menghasilkan satu kilogram sampah per hari. Berarti bagi Mathare, ini berarti 200.000 kilogram sampah masuk ke ruang publik setiap hari. "Kalau di suatu daerah dihuni oleh banyak orang dan tidak ada cara yang tepat untuk menangani limbah, maka kita dapati semua orang membuang sampah di mana-mana," tambah Isaac. [irp posts="5766" name="Ada Bukit Sampah Plastik Saat Clean Beach Action di Pantai Lapeo Mandar"] Ia mengatakan, sampah menumpuk di sudut-sudut jalan dan tempat pembuangan ilegal. Dokter memperingatkan dampak kesehatan dari sampah, terutama bagi anak-anak. Kondisi inilah yang memicu Isaac melakukan sesuatu untuk membersihkan sampah, dan pada waktu yang sama menghadapi tantangan lain. Untuk sekarang kelompoknya mempunyai 100 remaja yang mengumpulkan sampah di daerah itu. Para remaja tersebut menghasilkan uang dari rumah tangga yang membayar mereka agar sampah mereka diangkut. Setelah dikumpulkan, sampah itu dibawa ke tempat pembuangan legal. Saat ini, Isaac sedang dalam perjalanan ke misi berikutnya, mengunjungi Dewan Lingkungan PBB di Nairobi untuk membicarakan tentang tempat-tempat umum di kawasan kumuh Mathare. Gerakan yang dilakukan Isaac terbilang sederhana, tapi memiliki dampak yang luas bagi lingkungan. [irp posts="3958" name="Akuilah Tempat Sampah Memang Menjijikkan, Tapi Sangat Dibutuhkan, Kenapa?"]
Topik terkait
#remaja kenya #remaja pengangguran #aksi remaja pungut sampah #isaac mutisi