Bencana Karena Krisis Iklim Terjadi Setiap Pekan, Ini Imbauan PBB!
Klikhijau.com - Bencana akibat krisis iklim kini terjadi setidaknya sepekan sekali. Negara-negara berkembang diimbau akan dampaknya yang amat berarti. Misal kekeringan di India, Topan dan dan Kenne...
Klikhijau.com - Bencana akibat krisis iklim kini terjadi setidaknya sepekan sekali. Negara-negara berkembang diimbau akan dampaknya yang amat berarti.
Misal kekeringan di India, Topan dan dan Kenneth di Mozambik memang menjadi perhatian dunia.
Namun di berbagai belahan dunia lainnya, bencana dengan skala lebih kecil terjadi setiap harinya, mematikan dan menyengsarakan manusia.
Di Indonesia pun, dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di 12 Kabupaten di Aceh.
Dilansir dari The Guardian, Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan bencana mengatakan bahwa rentetan bencana ini berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.
"Ini bukan soal masa depan, ini tentang saat ini," kata Mizutori.
[irp posts="6615" name="Rusaknya Hutan Mangrove dan Teluk Tembe di Kembar Maminasa"]
Mizutori menilai bahwa adaptasi terhadap bencana akibat krisis iklim tak bisa lagi dilihat sebagai masalah jangka panjang. Efeknya yang sudah mulai dirasakan, membutuhkan antisipasi cepat.
Hingga kini, mitigasi bencana terkait perubahan iklim hanya jadi jargon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Padahal, kita juga perlu fokus pada dampaknya dan cara untuk beradaptasi dengan secepat mungkin.
Harusnya perubahan iklim tak membuat kita lupa akan penanganan akar masalah. Namun, adaptasi perlu diterapkan sebagai solusi jangka panjang.
"Kita bisa saja bicara soal darurat perubahan iklim, namun jika kita tidak bisa menghadapinya, kita tidak akan selamat," kata Mizutori.
Banyak dari bencana berskala kecil sebenarnya bisa dihindari jika masyarakat menerima imbauan dini.