Benarkah Gula dapat Memicu Depresi? Ini Kata Ahli!
Klikhijau.com – Apakah benar bahwa gula dapat menjadi penyebab depresi? Menurut seorang dokter spesialis dari Jepang bernama Hiromi Shinya, konsumsi gula benar-benar harus diatur karena dapat menimbul...
Klikhijau.com – Apakah benar bahwa gula dapat menjadi penyebab depresi? Menurut seorang dokter spesialis dari Jepang bernama Hiromi Shinya, konsumsi gula benar-benar harus diatur karena dapat menimbulkan depresi.
Wah, rasanya ini alarm penting buat kita semua agar lebih bijak konsumsi gula. Ikuti penjelasan lengkapnya seberapa berbahaya gula bagi kesehatan.
Faktanya, dalam keseharian, kita nyaris tak bisa menghindar dari godaan gula dan aneka makanan yang “manis-manis”. Bahkan, ada semacam kebiasaan yang sudah membudaya bahwa setelah makan, masih perlu lagi menyantap makanan atau kue ‘pencuci mulut’, minum kopi atau teh dan minuman lainnya. Itu artinya, kita berpotensi kelebihan gula setiap hari tanpa kita sadari.
Bukan itu saja, kita juga punya kebiasaan mengunya permen karet dan aneka cemilan. Dokter Hiromi Shinya bahkan membuat ilustrasi ekstrem bahwa dengan keseringan konsumsi gula, tubuh dan hati seperti tergerogoti ulat?” tulis dokter sinya dalam bukunya berjudul “Revolusi Awet Muda” (2010).
Nah, ini tentu satu peringatan keras betapa kelebihan gula sangatlah buruk bagi kesehatan. Dokter Hiromi Shinya pun menyarankan agar kita sebisa mungkin dapat menghindari makanan yang manis-manis.
[irp]
Lalu, apa hubungan antara gula dan depresi? Jawaban dokter Hiromi Shinya begitu mengejutkan kita, namun informasi akan hal ini penting kita dengarkan agar segera kita berbenah dan mulai berpikir ulang tentang gula.
Pengajar di Universitas Albert Einstein ini menggarisbawahi dengan tegas dalam bukunya bahwa terlalu banyak makan makanan manis dapat mengakibatkan depresi. Jadi, sekali lagi terjawablah secara meyakinkan pertanyaan dari judul artikel ini.
“Mungkin belum banyak orang yang menyadari hal tersebut. Sebenarnya tidak hanya depresi, makanan manis juga dapat menyebabkan kegelisahan, ketidaktenangan, rasa malas, mudah marah dan lainnya,” pesan dokter sinya.
Dengan konsumsi gula berlebihan, lanjutnya, hati kita menjadi tidak tenang dan sangat sulit dikendalikan. Hal ini menyebabkan kondisi tubuh menjadi tidak menentuh.
“Tidak berlebihan jika saya menyebut bahwa turunnya tingkat kesehatan orang-orang saman sekarang disebabkan oleh gula,” terangnya.
[irp]