Belum-Temenggor, Rumah Berbagai Macam Flora dan Fauna Langka

oleh -234 kali dilihat
Belum-Temenggor, Rumah Berbagai Macam Flora dan Fauna Langka

Klikhijau.com – Jika membaca artikel tentang “5 Destinasi Eksotik yang Dekat dengan Alam, dari Ikan Raksasa hingga Hutan Tertua di Dunia“, Anda akan menemukan nama Belum-Temenggor.

Belum-Temenggor merupakan hamparan hutan yang eksotik dan terbesar di Semenanjung Malaysia. Terletak di negara bagian Malaysia, Perak (Hulu Perak) dan menyeberang ke Thailand Selatan.

Belum-Temenggor diyakini telah ada sejak lebih dari 130 juta tahun. Ini menjadikannya sebagai salah satu hutan hujan tertua di dunia, lebih tua dari Amazon dan Kongo. Luasnya hampir empat kali dari luas Singapura.

Memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, hutan ini merupakan rumah bagi sebagian besar spesies hewan dan tumbuhan. Banyak dari spesies ini tidak dapat ditemukan di tempat lain di Bumi.

Terdapat berbagai macam flora dan fauna, termasuk 14 mamalia yang paling terancam punah. Di sana hidup harimau Melayu, badak Sumatera, gajah Asia, owa bertangan putih, sunbear dan tapir Malaysia.

KLIK INI:  Bukan Hanya Kayu Kuku, Kayu Unggulan Sulawesi Ini Juga Terancam Punah

Hewan lainnya adalah seladang, babi hutan, banyak spesies rusa, ular piton, kobra dan berbagai spesies reptil kecil serta serangga yang tak terhitung jumlahnya hidup bebas di hutan.

Diantara hamparan hijau itu terdapat danau buatan dengan luas 15.200 Hektar yang dipenuhi ratusan pulau. Danau Tasik Temenggor, adalah rumah bagi lebih dari dua puluh spesies ikan air tawar dan lima spesies kura-kura. Terdapat lebih dari tiga ratus spesies burung terbang di atas langitnya.

Ini adalah satu-satunya hutan di planet ini, di mana semua 10 spesies rangkong yang mendiami Malaysia ditemukan. Di hutan ini juga dapat ditemukan 3.000 spesies tanaman berbunga, termasuk 3 spesies Rafflesia, bunga terbesar di dunia.

Meski demikian, hanya sebagian dari wilayah Hutan Belum-Temenggor yang telah ditetapkan sebagai Taman Negara. Sementara sisanya adalah hutan produksi terbuka untuk pembangunan.

Temenggor khususnya menghadapi deforestasi yang cukup besar karena penebangan. Organisasi lingkungan seperti Malaysian Nature Society (MNS) dan World Wildlife Fund telah melobi pemerintah negara bagian dan pemerintah federal untuk menjadikan daerah itu sebagai taman.

KLIK INI:  Ekidna, Si Moncong Panjang Khas Papua yang Tak Populis dan Terancam Punah

Akan tetapi, pemerintah negara bagian Perak menolak upaya tersebut dengan alasan bahwa penebangan memberikan pendapatan lebih dari RM 30 juta kepada negara.

Pada 3 Mei 2007, pemerintah negara bagian hanya menetapkan Royal Belum State Park seluas 1.175 kilometer persegi sebagai kawasan lindung. Padahal, dua pertiga dari Belum-Temenggor masih belum terlindungi.

Belum-Temenggor bukan hanya rumah bagi sejumlah besar tanaman dan hewan, tetapi juga bagi Orang Asli (aborigin) yang telah tinggal di hutan selama ribuan tahun.

Orang asli adalah penghuni pertama Semenanjung Melayu asal Australo-Melanesia. Terbukti dengan banyak tempat pemakaman paling awal sejak 10.000 tahun yang lalu.

Orang asli yang menetap di sepanjang daerah Belum Temenggor secara tradisional nomaden atau semi nomaden, sebagian besar pemburu-pengumpul, menopang komunitas mereka dengan memancing, bertani kecil dan berdagang jamu, rempah-rempah dan kerajinan tangan.

KLIK INI:  Suatu Sore yang Membiakkan Rasa Penasaran Tentang Kelinci, Rupanya Begini Faktanya

Desa orang asli semi nomaden dapat ditemukan hari ini di beberapa pulau di Temenggor. Mereka masih hidup dengan cara tradisional dan tinggal di gubuk bambu. Berburu mamalia kecil menggunakan sumpit, memancing dan mengumpulkan tanaman dan madu dari hutan.

Rumah-penduduk-asli-yang-mendiami-Belum-Temenggor

Mereka baru-baru ini berpartisipasi dalam proses kegiatan pemantauan untuk mendukung aksi konservasi hutan dan satwa liar.

Belum-Temenggor sebagai tempat berlibur

Jika sempat, berkunjunglah ke kawasan Belum-Temenggor. Tempat ini dibuka sepanjang tahun dan telah dikunjungi oleh wisatawan asing.

Anda dapat mengunjungi desa penduduk asli, mandi air terjun, melihat binatang liar, berkemah di hutan dan banyak lagi. Anda juga bisa berlayar di danau Temenggor dengan perahu, trekking di hutan hujan, melihat Rafflesia, dan mengikuti jejak gajah.

KLIK INI:  5 Destinasi Eksotik yang Dekat dengan Alam, dari Ikan Raksasa hingga Hutan Tertua di Dunia