Bekicot, Hewan yang Bisa Dimanfaatkan untuk Banyak Hal
Klikhijau.com - Menyebut kata bekicot mengingatkan saya kepada seorang senior di kampus. Kak Beki (begitu nama panggilannya) adalah anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) di kampus. Tetapi, artike...
Klikhijau.com - Menyebut kata bekicot mengingatkan saya kepada seorang senior di kampus. Kak Beki (begitu nama panggilannya) adalah anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) di kampus.
Tetapi, artikel ini tidak akan berbicara lebih tentang senior saya itu. Saya hanya akan menuliskan tentang namanya.
Di Wikipedia disebutkan, bekicot (Achatina fulica) adalah siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae.
Bekicot termasuk hewan lunak (Mollusca) yang kaya akan sumber protein. Hewan merupakan jenis keong darat yang umumnya memiliki kebiasaan hidup di tempat lembap dan aktif di malam hari (Nocturnal).
[irp]
Hewan yang tergolong kelas Gastropoda ini tersebar di laut, air tawar, dan daratan lembap. Ia juga memakan berbagai tanaman budidaya sehingga disebut sebagai salah satu hama.
Achatina fulica atau nama latin siput, diperkirakan sudah ada di Indonesia sekitar tahun 1922. Namun, ia bukan binatang asli Indonesia dan diperkirakan dari Afrika Timur.
Habitatnya berada di negara yang beriklim tropis. Kondisi wilayah yang basah membuat bekicot mudah berkembang biak. Ia juga dapat hidup secara liar di hutan, perkebunan, atau tempat budidaya.
Perlu temperatur di atas titik beku atau kelembapan tinggi sepanjang tahun untuk membuatnya bertahan hidup.
Secara morfologi, tubuh bekicot terdiri dari kepala, organ internal yang dilindungi cangkang, dan kaki perut.
Kepalanya memiliki sepasang tentakel yang dilengkapi dengan mata di ujungnya. Sedangkan cangkangnya berukuran besar meruncing dengan warna coklat dan memiliki pola garis.
Secara fisik, cangkang padat berbrntuk piramid dengan pola spiral dan dasar bulat.
[irp]