Beberapa Tips Sederhana Belanja Online Ramah Lingkungan

oleh -399 kali dilihat
Beberapa Tips Sederhana Belanja Online Ramah Lingkungan
Ilustrasi belanja online/Foto-Gizmologi
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Belanja online jadi tren baru masyarakat Indonesia saat ini. Lajunya menciptakan fenomena tersendiri, tak terkendali.

Bahkan dari sepuluh negara dengan pertumbuhan belanja online atau daring. Indonesia mampu memimpin jajaran negara-negara tersebut dengan pertumbuhan 78% pada 2018. Itu menurut riset Merchant Machine. Tentu tahun 2020 ini semakin meningkat.

Rata-rata uang yang dibelanjakan masyarakat Indonesia di situs belanja belanja mencapai US$ 228 per orang atau sekitar Rp 3,19 juta per kepala.

Menjamurnya situs belanja online memang patut patut disyukuri sebab membuat praktis jika ingin belanja. Namun, di sisi lain juga patut dicemaskan, sebab selain menghilangkan interaksi langsung pembeli dan penjual. Rupanya juga bisa menimbulkan masalah bagi lingkungan.

KLIK INI:  Pendekatan Fotokatalitik Baru, Ubah Sampah Plastik Jadi Sumber Daya Berharga

Contoh kecilnya, setiap barang yang dibeli memerlukan pengantaran oleh kurir. Rata-rata kurir menggunakan kendaraan, semisal kendaraan bermotor. Yang artinya akan menimbulan emisi karbon yang menjelma polusi.

Perjalanan yang dilakukan kendaraan-kendaraan ini ke rumah-rumah pelanggan cenderung menghadirkan jejak karbon yang jauh lebih kecil daripada jika para pelanggan itu pergi ke supermarket sendiri.

Semakin jauh jarak pelanggan, maka semakin banyak jejak karbon yang akan terbuang ke lingkungan, yang menjelma jadi polusi

Belum lagi kemasan yang dipakai untuk membungkus belanjaan. Jika makanan, biasanya menggunakan wadah plastik atau styrofoam yang dimasukkan ke dalam plastik.

Selalu ada solusi

Pertanyaannya, adakah solusi yang bisa ditempuh agar belanja online lebih ramah lingkungan? Jawabannya tentu saja ada, seperti tips yang dimuat nationalgeographic berikut:

  • Jika tersedia, pilih kemasan yang nantinya lebih mudah terurai seperti kardus.
  • Pastikan spesifikasi barang, baik itu ukuran, warna, jenis, kelengkapan, dan lain halnya sudah sesuai keinginan. Hal ini dimaksudkan agar menghindari retur barang.
  • Pilihlah metode pengiriman reguler untuk mengoptimalkan kapasitas pengiriman kurir.
  • Ajak kerabat atau keluarga untuk berbelanja bersama agar meminimalisir jumlah pengiriman.
  • Jika memungkinkan, beli langsung barang yang dibutuhkan di toko terdekat, atau Cash on Delivery (COD)
KLIK INI:  Kebijakan Lingkungan dalam Narasi Pisau Bermata Dua

Namun, menurut Jeanny Primasari, salah satu founder Komunitas Zero Waste. Pada sistem belanja online ada tiga komponen yang berperan penting, yakni penjual, pembeli, dan ekpedisi atau pihak pengirim.

Jeanny mengungkapkan peran penjual, pembeli, dan ekspedisi harus saling mendukung untuk melakukan hal ini, salah satunya adalah pengepakan paket barang yang minim sampah.

Ini tips Jeanny agar ketiga komponen itu bisa bekerja sama agar belanja online lebih rama lingkungan. Berikut tipsnya seperti yang dimuat kompas 2018 lalu.

Tips untuk penjual
  •  Penjual bisa memberikan disclaimer kepada pembeli jika barang yang akan dikirimkan menggunakan pengepakan dari barang bekas layak pakai, seperti plastik atau kardus bekas.
  • Penjual dapat memprioritaskan pengiriman barang dengan memilih ekspedisi yang tidak memaksa membungkus dengan plastik dari ekspedisi. Penjual dapat mengingatkan ekspedisi untuk tidak menambahkan lakban dan staples secara berlebihan.
  •  Untuk barang fragile atau mudah pecah, penjual tidak harus selalu memilih bubble wrap untuk melapisinya. Namun, dapat menggunakan shredded paper, kain perca, kertas koran atau majalah bekas yang diremas untuk mengganjal produk.
  •  Jika produk sudah dilapisi plastik dari pabrik, hindari untuk membungkus ulang dengan plastik lagi. Pilihan yang lebih ramah lingkungan adalah menggunakan kertas, apalagi koran bekas atau majalah.
KLIK INI:  Membentuk Generasi Peduli Iklim yang Tangguh Melalui Climate Generation Summit
Tips untuk Pembeli
  •  Mencari onlineshop yang berlokasi paling dekat, agar jejak karbon dari sisi transportasi dapat ditekan sekecil mungkin.
  •   Menegaskan kepada penjual untuk memakai plastik, staples, dan selotip seminimal mungkin untuk membungkus.
  •   Pembeli mengusulkan kepada penjual untuk membungkus dengan kertas dan plastik bekas, serta memakai pengaman dari kain perca atau kertas atau kardus sebagai pengganti bubble wrap.
  •   Memilih ekspedisi yang tidak memaksakan pembungkusan ulang dengan plastik.
  •   Memilih ekspedisi instan hanya jika kondisi mendesak, jangan hanya demi memanfaatkan gratis ongkos kirim. Hal ini juga untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan.
  •  Pembeli memberikan feedback kepada penjual setelah paket tiba dengan selamat walaupun dengan packaging yang minimalis sehingga penjual semakin pecaya diri jika packaging secara minimal sudah cukup.
Tips untuk ekspedisi
  • Pihak ekspedisi menyusun SOP yang ramah lingkungan dengan meminimalisasi pembungkusan ulang dan penggunaan lakban serta staples. Dari segi biaya juga akan lebih hemat.
  • Memperbaiki kualitas layanan dengan memastikan paket sampai dalam kondisi baik sehingga pelanggan tidak perlu over protective terhadap paketnya.
  • Melengkapi motor kurir dengan tas atau backpack waterproof atau tahan air sehingga jika hujan, paket dapat terlindungi.

Begitulah konsep jika ingin belanja online yang ramah lingkungan, selamat mencoba!

KLIK INI:  Jangan Sepelekan! Ini Manfaat Membawa Bekal bagi Anak Menurut Ahli Gizi