Banjir di Sulsel, Sinyal Kuat Krisis Iklim yang Sungguh Nyata?
Klikhijau.com – Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan lebar selama dua hari di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) menimbulkan petaka banjir. Banjir terparah terlihat di sejumlah ti...
Klikhijau.com – Dalam beberapa hari terakhir, intensitas hujan lebar selama dua hari di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) menimbulkan petaka banjir. Banjir terparah terlihat di sejumlah titik di Kota Makassar, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng dan lainnya sejak Senin 6 Desember 2021.
Di Kota Makassar, banjir terparah terjadi sepanjang hari yang puncaknya pada Selasa 7 Desember 2021. Sejumlah kompleks perumahan terendam banjir demikian pula dengan arus lalu lintas yang sepanjang hari akibat banjir.
Aminah (50) seorang pegawai di salah satu BUMN tak bisa masuk kantor seharian pada Selasa (7/12) karena jalan yang harus dilalui ke tempat kerjanya lumpuh total. Tak hanya itu, rumahnya yang berada di Tamalanrea Makassar juga kebanjiran hingga selutut orang dewasa.
“Ini kali pertama, hujan deras selama beberapa hari saja dan saya tidak bisa masuk kantor. Tahun lalu, saat hujan deras di akhir tahun saya masih tetap bisa melewati jalan Perintis Kemerdekaan. Banjir kali ini yang terparah seingat saya,” kata Aminah saat dijumpai Klikhijau Rabu (8/12).
Apa yang dirasakan Aminah seolah mewakili kecemasan warga Makassar dengan cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua hari saja. Pada Selasa (7/12) sejumlah sekolah dan kampus bahkan meniadakan aktivitas belajar mengajar hingga 9 Desember. Hal ini dilakukan karena situasi banjir yang memang cukup parah.
[irp]
Koordinator Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 4, Hanafi, mengatakan pihaknya telah menyampaikan warning agar warga di Sulsel dapat mewaspadai cuaca ekstrim hingga 9 Desember.
Namun demikian, Hanafi juga menegaskan bahwa cuaca ekstrem di akhir tahun ini berpotensi berlanjut hingga Februari 2022.
“Tingginya intensitas hujan ini juga dipengaruhi oleh fenomena La Nina. Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Fasifik bagian tengah mengalami mendinginin di bawah kondisi normalnya,” jelas Hanafi yang diwawancarai Klikhijau Selasa 7 Desember 2021.
BMKG juga mengimbau pada masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir sungai, aliran selokan dan lainnya untuk berhati-hati selama periode cuaca ekstrim.