Bahaya Merkuri Bagi Warga yang Tinggal Dekat Tambang Emas

Klikhijau.com – Mendengar kata merkuri, mungkin yang langsung terlintas adalah efek negatif yang ditimbulkan senyawa ini. Merkuri atau air raksa merupakan salah satu jenis logam yang banyak ditemukan...

Bahaya Merkuri Bagi Warga yang Tinggal Dekat Tambang Emas
Bacakan Artikel

Sebagai polutan persisten yang punya karakteristik toksik (beracun), paparannya bisa tersebar melalui udara, air, tanah, dan makanan. Begitu kata Iwan Nefawan dikutip dari Liputan6.

Hasil penelitian Badan Litbang Kesehatan tahun 2007 di Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah pada penambang dan non-penambang cukup mengejutkan.

Kadar merkuri dalam rambut sudah melebihi nilai ambang batas. Kondisi ini bisa semakin memperburuk kesehatan.

Solusi, bahaya dan larangan merkuri

Ada beberapa solusi jitu menekan paparan merkuri pada warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang emas. Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan solusi permasalahan ini.

Doni mengungkapkan, cara mengatasinya yaitu melalui peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, alih profesi bagi para pekerja tambang emas dengan usaha lain yang ramah lingkungan juga bisa dilakukan.

Upaya ini menekan paparan merkuri yang bisa menyebar lewat udara, air, tanah, dan makanan.

BNPB dapat bertindak sebagai koordinator dan pemerintah daerah sebagai eksekutor yang mengacu pada UU Nomor 24 Tahun 2007. Kolaborasi tersebut bisa dimaksimalkan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan.

Penggunaan merkuri ini telah dilarang di Indonesia, termasuk segala jenis kegiatan yang berhubungan senyawa ini.

Larangan penggunaan diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 57 Tahun 2016.

Kendati demikian, masalah lingkungan adalah tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2