Bagaimana Pengaruh Suhu Rendah atau Minimum terhadap Tanaman?

oleh -855 kali dilihat
Bagaimana Pengaruh Suhu Rendah atau Minimum terhadap Tanaman?
Tanaman Lee Kwan Yew, tumbuh subur di Pendopo KSPS Salassae Kabupaten Bulukumba - Foto/Ist  

Klikhijau.com – Pengaruh suhu pada pertumbuhan tanaman sangat signifikan. Pengaruh suhu pada tanaman dapat dilihat dalam dua hal yakni pengaruh suhu maksimun dan pengaruh suhu minimum (rendah).

Simak penjelasan mengenai pengaruh suhu terhadap tanaman di SINI! Pada bagian ini akan dibahas mengenai pengaruh suhu minimum terhadap tanaman.

Pada suhu rendah, pertumbuhan tanaman akan menjadi lambat bahkan terhenti. Hal ini karena aktivitas enzimatis dikendalikan oleh suhu.

Menurut Hasan Basri Jumin (1992), suhu tanah yang rendah akan berakibat absorpsi air dan unsur hara terganggu, karena transpirasi meningkat.

Jadi, hubungan antara suhu tanah yang rendah dengan dehidrasi dalam jaringan tanaman adalah apabila suhu tanah rendah viskositas air naik dalam membrane sel. Hal ini menyebabkan aktivitas fisiologis sel-sel akar menurun.

KLIK INI:  Memahami 5 Faktor Penting yang Memengaruhi Penyerapan Air oleh Akar Tanaman

Selain itu, suhu tanah yang rendah akan berpengaruh langsung terhadap populasi mikroba tanah. Laju pertumbuhan mikroba akan menurun dengan menurunnya suhu sampai di bawah 0 derajat C.

Hal ini mengakibatkan ada banyak proses penguraian bahan organik dan mineral esensial dalam tanah yang terhalang. Aktivitas nitrobakteria menurun dengan menurunnya suhu, sehingga proses nitrifikasi berkurang.

Mari simak pembahasan lajutannya:

Dampak suhu rendah pada tanaman

Pada umumnya respirasi menurun dengan menurunnya suhu dan menjadi cepat bila suhu naik. Pada suhu yang amat rendah respirasi akan terhenti dan biasanya diikuti pula terhentinya fotosintesa. Kondisi ini dapat diartikan tercapainya suhu vital. Suhu vital berada sedikit di atas titik beku.

Menurut Hasan Basti, suhu rendah pada kebanyakan tanaman mengakibatkan rusaknya batang, daun muda, tunas, bunga dan buah. Besarnya kerusakan organ atau jaringan tanaman akibat suhu rendah tergantung pada keadaan air, unsur hara, morfologis dan kondisi fisiologis tanaman.

Oleh sebab itu, tanaman yang tumbuh di daerah yang berkecukupan air lebih sensitive daripada tanaman yang hidup di lingkungan kering terutama pengaruh frost.

KLIK INI:  Mengenal Jenis-Jenis Mangrove dan Perbedaannya yang Paling Mendasar

Tanaman yang jaringannya kaya akan unsur kalium biasa lebih tahan terhadap suhu rendah, tetapi jaringan yang banyak mengandung nitrogen pada umumnya lebih rapuh.

Sekadar diketahui bahwa lapisan gabus dan lilin pada organ tanaman dapat menahan pengaruh buruk yang disebabkan oleh suhu rendah.

Beberapa jenis tanaman memerlukan suhu rendah beberapa kali dalam siklus hidupnya, walaupun ia hidup di daerah yang beriklim panas.

Sebagai contoh, tumbuhan kubis tidak akan mengeluarkan bunga bila suhu yang diterimanya menjelang primordia keluar tidak mencapai kira-kira 4 derajat C dan pertumbuhan vegetatifnya terus-menerus bila keadaan suhu (suhu tinggi) berlangsung.

Pollock dan Toole (1966) meneliti bagaimana pengaruh suhu rendah terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan Phaseolus lunatus, mereka melaporkan bahwa suhu rendah dapat mengakibatkan rusaknya embryonic axis. Hal ini karena membran sel rusak dan hilangnya senyawa-senyawa organik terutama nucleotides.

Fakta  lain dapat dilihat pada pembibitan. Di sini pengaruh suhu rendah terlihat pada penurunan berat kering, tinggi bibit, lebar daun dan volume akar. Akibat suhu rendah pada tanaman jagung menyebabkan penundaan pertumbuhan bibit, karena rusaknya radicle dan akar seminal.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai pengaruh suhu rendah pada tanaman, semoga menambah wawasan kita semua!

KLIK INI:  Mengenal 3 Produk Olahan Tanaman yang Berkhasiat Obat