Bagaimana Pengaruh Suhu Optimum terhadap Tanaman?

oleh -366 kali dilihat
Bagaimana Pengaruh Suhu Optimum terhadap Tanaman
Ilustrasi tanaman paku - Foto/Ist

Klikhijau.com – Bagaimana pengaruh suhu optimum terhadap tanaman? Sekadar diketahui bahwa laju pertumbuhan tanaman berjalan pada kecepatan maksimum bila suhu berada pada kondisi optimum (suitable) dan bila faktor-faktor lain tidak menjadi pembatas (limiting factor).

Dalam buku Agroekologi yang ditulis Hasan Basri Jumin (1989), dikatakan bahwa dalam selang suhu minimum ke optimum, kecepatan pertumbuhan berbeda tidak nyata kalau waktu cukup lama, tetapi kecepatan pertumbuhan bertambah bila semakin dekat dengan suhu optimum..

Sedangkan pada jarak suhu optimum ke suhu maksimum, kecepatan pertumbuhan pada umumnya menurun, kecuali pada jenis tanaman tertentu pertumbuhan berlangsung cepat.

Pada suhu optimum dan tanaman tidak stress air suhu daun mengikuti suhu udara dan suhu akan mengikuti suhu tanah.

Panas memberi energi untuk beberapa fungsi tanaman agar tanaman dapat melaksanakan proses-proses fisiologisnya. Pada suhu rendah tanaman terangsang untuk membentuk polysakarida lebih banyak, karena respirasi menurun.

Hal ini tentu berkaitan dengan kegiatan fotosintesa sebelumnya. Laju akumulasi karbohidrat akan lebih cepat bila suhu semakin menurun menjelang panen.

Tanaman di daerah  sedang (temperature), suhu optimum untuk fotosintesa lebih rendah dibandingkan dengan suhu optimum untuk respirasi.

KLIK INI:  Bagaimana Pengaruh Suhu Rendah atau Minimum terhadap Tanaman?

Pernyataan ini akan menjawab mengapa tanaman penghasil karbohidrat memberikan hasil yang lebih tinggi (seperti jagung dan kentang) di daerah beriklim sedang dibandingkan dengan hasil tanaman yang ada di daerah yang lebih panas.

Fotosintesa tanaman menurun aktivitasnya bila suhu tidak favoraible. Menurut Leopold (1964), suhu optimum untuk fotosintesa berkisar antara 10 derajat C sampai 30 derajat C, di atas atau di bawah suhu tersebut laju fotosintesa berkurang, tetapi juga tergantung pada jenis tanaman.

Penting diketahui pula bahwa tanaman cepat tua bila suhu rendah di atas suhu optimum pada tahap vegetative, tetapi apabila suhu tinggi pada fase menjelang panen, pengaruh suhu tinggi tidaklah kentara.

Proses penuaan mencerminkan perbedaan translokasi  asimilat dari batang ke umbi dan diperlambat dengan menghilangkan tekanan lingkungan, misalnya suhu di atas optimum atau intensitas cahaya lebih dari 1.200 food-candles.

Seperti dijelasnya di awal bahwa hubungan linear antara suhu dengan dengan beberapa proses fisiologis dan morfologis tanaman hanya sampai batas suhu tertentu, atau hanya sampai batas tercapainya suhu optimum.

Hubungan linear antara suhu dengan beberapa proses tanaman terjadi apabila energi selain panas tidak bekerja pada tanaman. Hubungan linear dapat berubah bila tanaman mendapat energi tambahan dari luar tubuhnya yang dapat memengaruhi kegiatan enzimatis atau terjadi stress lingkungan yang menjadi faktor pembatas.

KLIK INI:  4 Fakta Menarik Perihal Hutan Kota sebagai Pengendali Polusi Udara

Bila energi untuk melangsungkan pertumbuhan dan perkembangan  tidak terpenuhi, maka tanaman akan mengalami perlambatan dalam proses. Kebutuhan energi untuk perkecambahan lebih besar daripada kebutuhan energy untuk pertumbuhan vegetatif lainnya.

Demikian pula halnya dengan kebutuhan energi untuk tahap pembungaan melebihi kebutuhan energi pada tahap pematangan. Hal ini diduga berkaitan dengan volume kegiatan sel-sel tanaman.

Pada tahap perkecambahan, selain untuk pertumbuhan, energi juga dibutuhkan untuk menembus kulit biji. Kebutuhan energi pada tahap pembungaan ditujukan untuk pertumbuhan vegetative dan digunakan untuk membentuk sel-sel gamet.

Kebutuhan energi yang besar ini dibuktikan suhu optimum untuk tahap perkecambahan dan pembungaan lebih besar daripada suhu optimum untuk tahap lainnya dalam siklus hidup tanaman. Kalau kebutuhan energi panas tidak terpenuhi, maka tanaman tidak dapat berkecambah atau berbunga.

Demikian pembahasan mengenai pengaruh suhu optimum terhadap tanaman, semoga bermanfaat!

*Sumber: Buku “ Agroekologi: Suatu Pendekatan Fisiologis, Hasan Basri Jumin, RagaGrafindo, 1989.

KLIK INI:  Katalog Jenis Sampah yang Bisa Ditabung di Bank Sampah dan Perkiraan Harganya