Bagaimana Aktivitas Manusia Berdampak pada Saluran Air?

oleh -15 kali dilihat
27 Juli, Hari Sungai Nasional, Sejarah dan Link Twibbon untuk Sosmed
Sungai Balantieng di Desa Batukaropa Kabupaten Bulukumba - Foto: Ist

Klikhijau.com – Saluran air tidak lepas dari ancaman karena aktivitas manusia. Ancaman itu ditemukan oleh penelitian yang dipimpin  University of Georgia (UGA), Oakland University , dan Kent State University.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dekomposisi yang  terjadi secara cepat, menjadi ancaman serius bagi saluran air, khususnya sungai.

Dekomposisi secara alami, prosesnya melibatkan daun-daun yang berjatuhan ke sungai, tempat bakteri dan jamur menjajah daun. Serangga kemudian memakan bakteri dan jamur, menggunakan karbon yang tersimpan di daun untuk tumbuh, dan ikan kemudian memakan serangga tersebut. Proses ini memastikan karbon melewati rantai makanan.

Namun,  dengan adanya aktivitas manusia, maka dekomposisi akan lebih cepat, itu berarti serangga tidak dapat menyerap karbon dari daun, sehingga menyebabkan lebih banyak karbon dilepaskan ke atmosfer, sehingga berkontribusi terhadap polusi gas rumah kaca dan mengganggu rantai makanan.

KLIK INI:  Ekosistem Air, Ancaman dari Partikel Ban Terkelupas, dari Cara Mengatasinya

Dampak yang ditimbulkan cukup banyak, di antaranya mengancam keanekaragaman hayati dan meningkatkan karbon di atmosfer, sehingga berpotensi memperburuk perubahan iklim.

Di samping itu, dapat pula mempengaruhi segala hal mulai dari kualitas air hingga kesehatan ekosistem perairan. Berikut ancaman saluran air yang disebabkan oleh manusia dikutip dari Earth:

  • Pembangunan perkotaan

Pembangunan perkotaan ditemukan memberikan kontribusi terhadapt saluran air. Karena meningkatkan limpasan air dari permukaan kedap air seperti jalan dan bangunan, membawa polutan ke saluran air dan sering kali melibatkan perubahan atau pengerasan jalan pada badan air alami.

  •  Polutan

Limbah industri, bahan kimia pertanian, plastik, dan limbah yang tidak diolah merupakan beberapa polutan umum yang menurunkan kualitas air dan membahayakan kehidupan akuatik.

  • Spesies invasif

Masuknya spesies invasif dapat mengganggu ekosistem lokal, mengalahkan spesies asli, dan menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati.

Dampak-dampak ini menggarisbawahi perlunya intervensi pengelolaan dan kebijakan yang komprehensif untuk melindungi dan mempertahankan saluran air untuk generasi mendatang.

  • Penangkapan ikan berlebihan

Penangkapan ikan berlebihan juga merupakan masalah penting lainnya, yang menyebabkan berkurangnya populasi ikan dan mengubah ekosistem perairan, sehingga berdampak pada keanekaragaman spesies dan stabilitas ekosistem.

KLIK INI:  Dua Masalah Klasik Saat Membuat Eco Enzyme, Penyebab dan Solusinya
  • Pembangunan bendungan

Pembangunan bendungan dan penghalang lainnya juga merupakan faktor utama, karena menghambat aliran alami sungai, mempengaruhi migrasi dan pemijahan ikan dan organisme air lainnya, serta mengubah aliran sedimen dan nutrisi.

  • Penggundulan hutan

Deforestasi, terutama di sepanjang tepian sungai, menyebabkan peningkatan erosi dan sedimentasi, yang dapat merusak habitat dan menurunkan kualitas air.

  •  Perubahan iklim

Perubahan iklim semakin memperburuk dampak ini dengan kenaikan suhu dan perubahan pola curah hujan yang mempengaruhi ketersediaan air dan menyebabkan lebih seringnya kejadian cuaca ekstrem.

Tujuh hal yang disebutkan di atas, kesemuanya disebabkan oleh manusia.

KLIK INI:  5 Dampak Kebisingan Terhadap Invertebrata Laut dan Ekosistem