- Gakkumhut Menang Praperadilan Kasus Penebangan Ilegal di Solok, Netizen Beri Respons Pedas - 04/12/2025
- PN Poso Kabulkan Gugatan WALHI, Kawasan Industri Nickel Morowali Utara Segera Perbaiki Kerusakan Lingkungan - 04/12/2025
- Eksplorasi Gunung Laut Sulawesi, OceanX dan BRINKolaborasi Ekspedisi Laut Dalam - 03/12/2025
Klikhijau.com – Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Traktor Nusantara melalui Traknus CSR Rindang menggelar aksi penanaman dan pelepasan bibit kepiting di kawasan eco eduwisata mangrove Parangloe Kota Makassar, Jumat 28 November 2025.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah pihak terkait antara lain HPHA Andalan Sulsel, DLH Makassar, Klikhijau dan Fajar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 28 November dan Hari Pohon 21 November.
Panitia menanam sekira 250 pohon bibit mangrove dan melepas bibit kepiting sebanyak 10 kg atau sekira 300-an ekor anakan kepiting.
Ketua Panitia penyelenggara, Nursalam dalam sambutannya mengatakan kegiatan terselenggara atas dukungan dan Kerjasama dengan Traktor Nusantara (Traknus).
“Terima kasih kepada Traknus dan semua pihak yang terlibat. Hari ini kita tidak hanya menanam namun juga melepas bibit kepiting,” katanya.
Nursalam menilai kegiatan ini penting dalam upaya menjaga pelestarian pesisir melalui mangrove.
“Uniknya dalam aksi ini karena selain menanam juga digelar pula aksi pelepasan bibit kepiiting,” katanya.
Ketua APGI Sulsel, Indar Jaya menyampaikan apresiasi pada para pihak yang terlibat khususnya kepada Traknus yang konsisten mendukung aksi lingkungan di Makassar.
“Ini suatu kebanggan bagi APGI Sulsel, karena ini jadi program rutin kami,” tuturnya.
Senada itu, Perwakilan Branch Office Head PT Traknus Makassar, Brian Arnanda Razak mengapreasi pelaksanaan kegiatan.

“ini merupakan agenda tahunan yang kami gelar sebagai bentuk kontribusi kami ke daerah dan masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk warga dan lingungan di Makassar,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa aksi lingkungan ini merupakan bagian dari program CSR Traknus di wilayah bisnis di Makassar.
“Sekali lagi, ini adalah bukti kepedulian kami sebagai pelaku usaha di Makassar. Kami merasa Makassar juga rumah kami, jadi kami memiliki rasa memiliki untuk menjaga lingkungan di kota ini,” jelasnya.
Brian juga menekankan bahwa aksi pelestarian mangrove merupakan satu langkah pencegahan dan mitigasi bendana.
“Paling tidak dari menanam mangrove dapat mengurangi dampak dari kemungkinan air menggenang semakin jauh ke pemukiman. Semoga kegiatan ini berkah untuk kita semua,” pungkasnya.
Yuk, simak tayangan singkatnya di SINI!








