Apa Itu Investasi Hijau?

oleh -50 kali dilihat
Apa Itu Investasi Hijau?
Ilustrasi - Foto:Pixabay

Klikhijau.com – Apa itu investasi hijau? Istilah ini banyak jadi pembahasan dalam beberapa tahun terakhir, kaitannya dengan narasi pembiayaan berkelanjutan (sustainable investment) dalam kerangka ekonomi hijau (green economy).

Benar sekali bahwa istilah Investasi hijau adalah narasi lain dari investasi berkelanjutan yang kini populis di negara maju.

Jadi, sustainable investmet adalah investasi yang fokus pada aspek-aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola baik (environment, social, dan governance/ESG), yang tujuannya menjaga kelangsungan perekonomian dan kehidupan di muka bumi.

Dengan kata lain, ekonomi hijau adalah proses pengembangan ekonomi yang tetap mempertimbangkan dampak lingkungan antara lain tingkat karbon di udara, efisiensi sumber daya alam, dan dampak sosial. Dalam kerangka green economy, pertumbuhan pekerja dan pendapatan dikendalikan oleh investasi publik dan privat menjadi semacam aktivitas ekonomi.

KLIK INI:  Makna Warna Hijau dan Fakta Terlengkap Perihal Warna Alami Ini!

Secara prinsip, investasi hijau juga bisa dikatakan sebagai aktivitas penanaman modal yang memiliki komitmen pada pelestarian alam dan lingkungan hidup, penemuan sumber alternatif energi baru dan terbarukan (EBT); proyek udara serta air bersih; dan aktivitas ramah lingkungan lainnya.

Ekonomi hijau berfokus pada proyek atau praktik bisnis ramah lingkungan. Investasi hijau adalah investasi yang tidak merusak lingkungan, dan tidak melepaskan emisi gas rumah kaca ke udara.

Seperti diketahui, pembiayaan ekonomi yang tidak mempertimbangkan aspek keberlanjutan cenderung akan berdampak pada kelangsungan investasi dan sumber daya.

Atas pertimbangan ini pula, investasi hijau kini disambut hangat di pasar modal dunia. Hal itu karena investasi hijau termasuk dalam kategori investasi berdampak (impact investment).

KLIK INI:  Bunga Srigading, Tanaman Legendaris, Manfaat dan Cara Merawatnya!

Bagaimana investasi hijau di Indonesia?

Jadi, selain memberi dampak keuntungan atau financial return kepada investornya, juga memberi dampak pada aspek pelestarian lingkungan dan sosial. Investasi hijau tak hanya berorientasi pada ekonomi semata, tetapi juga aspek sosial dan ekologi atau yang kita kenal dengan istilah 3P (planet, people, profit).

Visi 3P inilah yang kemudian membuat perhatian global terhadap investasi hijau meningkat pesat dari waktu ke waktu. Terlebih ada ancaman krisis iklim yang menstimulasi pengembangan investasi lebih memerhatikan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Penerapan investasi hijau di Indonesia diatur menurut Undang-undang nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam UU tersebut pasal 3 ayat (1) mengatakan, penanaman modal diselenggarakan berdasarkan asas berwawasan lingkungan (asas penanaman modal yang dilakukan dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan perlindungan dan pemeliharaan lingkungan hidup).

Pada UU yang sama, Pasal 16 Huruf d tercantum bahwa setiap penanam modal bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup. Masih ada sejumlah produk hukum lain terkait investasi hijau di Indonesia, termasuk aturan mengenai insentif. Pemerintah Indonesia telah mengatur pemberian insentif bagi para investor yang berkecimpung pada investasi hijau, seperti pajak, bea masuk, dan bea impor.

Lalu, bagaimana penerapan ekonomi hijau di Indonesia? Sejauh ini sudah berjalan dan tentu akan terus berkembang.  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia, misalnya, telah menyusun empat program utama terkait investasi hijau antara lain energi, lanskap berkelanjutan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan persiapan Green Climate Fund (GCF).

Itulah penjelasan mengenai sustainable investment, semoga bermanfaat!

KLIK INI:  ICEF 2022 Ajak Berbagai Pihak Berkolaborasi Wujudkan Ekonomi Sirkular di Indonesia