Klikhijau.com – Pendidikan sejatinya adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Sebagai orang yang lebih dewasa dan berpengalaman, peran guru tentu lebih besar. Selain pengetahuan dan keterampilan, guru juga lebih banyak menguasai nilai-nilai.
Dalam pendidikan, guru merupakan komponen penting yang memiliki pengaruh besar untuk peserta didik. Guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dituntut untuk memiliki kematangan dan kedewasaan, kesehatan jasmani dan rohani.
Secara khusus, sekolah sebagai wadah pendidikan memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental. Namun, pada kenyataannya, peran sekolah masih sangat sempit.
Prof. Harry Minas dari Melbourne University pada School Wellbeing and Children Meantal Health Workshop beberapa waktu lalu mengatakan, permasalahan kesehatan jiwa di Indonesia harus ditangani secara sistemik.
Mulai dari komponen yang terkecil yaitu keluarga. Kemudian komponen yang sifatnya luas seperti sekolah, sektor kesehatan pada umumnya hingga ke tataran masyarakat.
Menurut Harry Minas, guru-guru dan kepala sekolah mestinya mendapat pendidikan khusus tentang kesehatan jiwa.
Edukasi terkait masalah kesehatan mental memang tidak hanya bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Sekolah juga bisa berperan dalam memerangi gangguan-gangguan seperti depresi yang mungkin saja dialami oleh anak dan remaja.
Edukasi langsung bisa dimulai pada masa remaja
Dokter spesialis kedokteran jiwa Agung Frijanto mengatakan, upaya yang bersifat promosi bisa disesuaikan dengan tahap perkembangan usia anak. Mereka yang berada di sekolah dasar dan yang memasuki usia remaja jelas memiliki pendekatan yang berbeda.
Agung mengatakan bahwa anak yang mengalami masalah kejiwaan sering dicap sebagai anak nakal. Padahal sesungguhnya ia membutuhkan penanganan medis.
Karena itu, guru dan orangtua juga perlu untuk mendapatkan pemahaman mengenai masalah gangguan kejiwaan pada anak. Setidaknya, pemahaman untuk mendeteksi secara dini.
Sementara itu, di masa remaja, barulah edukasi mengenai masalah kesehatan mental bisa diberikan kepada anak secara langsung.
Selain itu, peran berbagai pihak pada masalah kesehatan mental siswa ini diperlukan, termasuk peran BK. BK bukan hanya tenaga pegawai, tetapi juga bertindak dan memberikan penyuluhan, pengawasan, bimbingan, dan konseling bagi siswa.
Hubungan harmonis antara guru, siswa dan sekolah bisa membuat siswa bercerita tentang masalah yang dihadapinya tanpa sungkan.








