Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ecofenomena

Akhir Kisah Sang Penganut Bumi Datar yang Tewas di Roket Buatan Sendiri

Klikhijau.com - Masih ingat sang penganut bumi datar bernama Mike Hughes? Hughes sempat jadi buah bibir di tahun 2018 lalu lantaran aksinya yang intens membuat roket. Aksi itu dilakukan demi memenuhi...

Oleh Anis Kurniawan 24 Feb 2020 13:09 3 menit baca
Klikhijau.com - Masih ingat sang penganut bumi datar bernama Mike Hughes? Hughes sempat jadi buah bibir di tahun 2018 lalu lantaran aksinya yang intens membuat roket. Aksi itu dilakukan demi memenuhi ambisinya membuktikan bahwa bumi ini datar. Kabar tragis menghampiri pria 64 tahun ini. Hughes tewas dalam percobaannya meluncur ke angkasa menggunakan roket buatannya sendiri, Sabtu 22 Februari 2020. Dilansir CNNIndonesia, saat peluncuran roket, ia sedang melakukan syuting untuk acara Homemade Astronauts sebuah stasiun televisi Science Channel. Program di televisi itu memang gemar menayangkan aksi-aksi pembuat roket buatan sendiri dalam usaha mereka meluncur ke luar angkasa. "Kami berduka dan berdoa untuk keluarga Mike Hughes dan kerabat dalam masa sulit ini. Peluncuran ini selalu menjadi impiannya," tulis salah satu televisi sains berbayar Amerika Serikat (AS) Science Channel, Dikutip CNNIndonesia, Senin 24 Februari 2020. Hughes dan Waldo Stakes rekannya membangun roket bertenaga uap. Karya tangannya ini dibuat untuk menerbangkan Hughes sejauh 1,5 kilometer ke udara. Dari penerbangan ini, Hughes bermaksud ingin mengumpulkan pendanaan untuk proyek baru mereka "Rock-oon". Sebuah proyek roket yang dibuat setengah roket dan setengah balon. Dengan proyek roket baru ini, keduanya berharap bisa menerbangkan Hughes sejauh 99,7 kilometer di udara (62 mil). Dengan ketinggian tersebut, ia akan mencapai batas antara atmosfer Bumi dan angkasa luar atau batas Karman, seperti disebutkan situs Discovery Channel, seperti dikutipĀ CNN. Kecelakaan tragis ini terjadi di sekitar jalan tol 146 Barstow, California, Sabtu petang, seperti disebutkan otoritas keamanan setempat. Hughes tewas setelah roket buatannya jatuh di padang pasir terbuka saat diluncurkan. Saat ini otoritas setempat tengah melakukan investigasi. Tidak ada korban cedera lain dalam kecelakaan ini.
Fakta menarik soal Hughes
Pada 2018 lalu, Hughes berhasil meluncurkan dirinya sendiri sejauh 0,54 kilometer (1800 kaki) ke angkasa. Peluncuran itu menggunakan roket buatan sendiri. Sebelumnya, pada 2014 ia juga sempat berhasil meluncurkan dirinya sendiri sejauh 0,4 kilometer (1274 kaki). Lantas dalam percobaan berikutnya ia gagal menerbangkan dirinya sendiri ke angkasa sebanyak dua kali. Ia lantas menyalahkan pemerintah setembat atas kegagalannya itu. Sebab, pemerintah melarang ia untuk terbang di tanah publik. Sementara kegagalan kedua terjadi lantaran roket yang dipakai Hughes mengalami masalah teknis. Hingga akhirnya ia berhasil menerbangkan dirinya sendiri pada usaha ketiga untuk membuktikan teori yang dipercayainya kalau Bumi itu datar. Tidak jelas pada tahap mana roket itu mengalami kegagalan terbang. Hughes punya anggaran yang terbatas untuk membangun roket itu. Ia menghabiskan Rp248 juta (US$18 ribu) untuk membangun roket impiannya itu. Anggaran sebesar ini didapat dari para simpatisan penganut Bumi datar selama bertahun-tahun, seperti dikutipĀ Engadget. Dengan dana terbatas, ia tak memiliki dana yang cukup untuk mengujur keamanan roket dan melakukan pengetesan. Ia mencoba dengan kesuksesan penerbangan di masa lalu yang berhasil mendarat dengan selamat dengan cedera yang relatif kecil. Pada percobaan terbang sebelumnya, Hughes cedera pada bagian punggung.
Topik terkait
#Mike Hughes #penganut bumi datar #roket buatan