Agar Bertahan Hidup Burung Maleo Lintas Provinsi Cari Makan

oleh -652 kali dilihat
Agar Bertahan Hidup Burung Maleo Lintas Provinsi Cari Makan
Burung Maleo/Foto-Instagram

Klikhijau.com – Puluhan burung maleo hasil penangkaran di Hungayono, Gorontalo, memilih bermigrasi ke tempat lain. Burung-burung tersebut tidak menetap kurangnya makanan di sekitar penangkaran.

Meski penangkaran burung maleo di Hutan Taman Nasional Nani Wartabone, Kabupaten Bone Bolango itu merilis puluhan burung maleo setiap minggu. Namun hanya sedikit saja burung yang menampakkan diri di sekitar lokasi penangkaran.

Burung endemik asli Sulawesi ini tentu saja akan memilih hutan yang memiliki banyak ketersediaan makanan.

Burung jenis herbivora atau pemakan buah ini, memilih menetap di wilayah hutan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara dengan ketersediaan makanan yang cukup.

Alim Polapa, salah seorang petugas yang ada di penangkaran maleo Bone Bolango mengatakan, saat ini terjadi krisis makanan di hutan sekitar penangkaran.

“Kebanyakan burung yang kita rillis itu pindah ke wilayah hutan Bolsel, Sulawsi Utara. Hal ini dikarenakan buah yang merupakan makanan mereka, itu kurang. Sementara puluhan burung kita rilis setiap minggunya,” tuturnya.

KLIK INI:  Maleo, Burung Langka yang Paling Setia Pada Pasangannya dan 6 Fakta Unik Tentangnya

Dari pengamatan Alim, maleo yang terlihat di hutan sekitar penangkaran itu hanya tinggal beberapa saja. Itupun hanya induknya saja. Sementara, anak-anak burung yang setiap hari dirilis jarang terlihat. Begitulah penuturan Alim yang dikutip dari Liputan6.com.

Alim menambahkan, jika ketersediaan makanan di hutan sekitar penangkaran itu memang ada. Hanya saja, burung yang butuh makan juga banyak, misalnya burung rangkong.

“Burung maleo harus menunggu buah yang jatuh, yang lebih dulu habis dimakan oleh burung lain,” lanjut Alim.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Gorontalo Samsudin Hadju mengatakan bahwa perpindahan burung itu tidak jadi persoalan penting, selagi mereka masih ada di wilayah hutan Sulawesi.

“Tidak masalah. Itu sudah persoalan hukum alam, yang penting mereka masih berada di wilayah hutan Sulawesi. Yang jadi persoalan ketika mereka harus menjadi buruan manusia, dan itu yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Ke depannya, kata Samsudin, akan dilakukan penanaman pohon yang bisa berpotensi menghasilkan buah sebagai makanan burung maleo.

“Mudah-mudahan ke depannya kami akan laksanakan itu. Agar burung maleo yang dirilis tidak akan bermigrasi lagi dan akan menetap di sekitar penangkaran yang bisa dilihat oleh wisatawan kapan saja,” harapnya.

KLIK INI:  Bagaimana Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman?