5 Februari, Sejarah Penemuan Plastik Sintesis dan Kisah-kisahnya

Klikhijau.com - Mungkin tak banyak yang tahu kalau tanggal 5 Februari adalah hari bersejarah bagi penemuan plastik sintesis. Bicara soal plastik, memang sangat dilematis. Di sisi lain amat dibutuhk...

5 Februari, Sejarah Penemuan Plastik Sintesis dan Kisah-kisahnya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pada 1889, dia melakukan perjalanan ke New York dalam untuk melanjutkan studi kimianya.

Penemuan besar pertamanya adalah "velox", sebuah kertas cetak foto yang dapat dikembangkan di bawah cahaya. Kemudian, Baekeland menjual hak paten untuk velox ke George Eastman dan Kodak dengan harga 1 juta dollar AS pada 1899.

Dalam perkembangannya, dia membuat laboratorium sendiri di Yonkers, New York. Tujuan utamanya adalah menemukan barang yang mampu menggantikan lak (getah hasil sekresi serangga).

Lak ini mampu digunakan sebagai serat alami yang mampu digunakan untuk pelapis, perekat, kain tenun, dan sejenisnya. Hingga akhirnya, Baekeland berhasil mengembangkan bakelite sebagai resolusi sintesis ketika itu.

Awalnya bakelite dikembangkan dengan menggabungkan fenol, desinfektan umum, dengan formaldehida, Bakelite dirancang sebagai pengganti sintetis untuk shellac yang digunakan dalam isolasi elektronik.

Pada tahun 1909, bakelite diperkenalkan kepada masyarakat umum di sebuah konferensi kimia. Beberapa orang mulai terlihat antusias ketika melihat produk plastik sintetis ini.

Oya, di awal perkenalannya, bakelite dikenal sebagai barang mewah dengan nilai jual cukup mahal. Namun, karena banyaknya permintaan, bakelite digunakan untuk membuat segala sesuatu mulai dari gagang telepon dan perhiasan kostum, hingga pangkalan dan soket lampu untuk bagian-bagian mesin mobil dan komponen mesin cuci.

Beberapa tahun kemudian, Baekeland mendirikan Bakelite Corp yang menghadirkan bahan plastik sintesis pertama. Bahkan, Baekeland memperoleh sekitar 400 paten yang berkaitan dengan ciptaannya.

Pada 1930, perusahaannya menempati pabrik seluas 128 hektar di New Jersey dan semakin bisa memenuhi kebutuhan pasar akan plastik sintesis.

Sayangnya, bakelite bukanlah isolator yang baik seperti seluloid. Karenanya, berbagai penelitian lanjutan terus dikembangkan untuk mencari plastik baru.

Selanjutnya, Baekland menggunakan fenol, asam yang berasal dari batubara. Hasilnya, bisa menghadirkan polystyrene hingga nilon.

Pada 1944, Baekeland, pria yang mengantarkan usia plastik, meninggal pada usia 80 tahun di Beacon, New York.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2