10 Januari, Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Memanen Filosofi Kehidupan!
Klikhijau.com – Setiap 10 Januari, diperingati sebagai hari Gerakan Satu Juta Pohon sedunia. Momen ini tidaklah hingar-bingar sebagaimana hari penting lainnya, tetapi pesannya jelas: betapa menanam da...
Klikhijau.com – Setiap 10 Januari, diperingati sebagai hari Gerakan Satu Juta Pohon sedunia. Momen ini tidaklah hingar-bingar sebagaimana hari penting lainnya, tetapi pesannya jelas: betapa menanam dan melestarikan pohon itu penting.
Pohon merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang memancarkan oksigen tanpa henti untuk manusia dapat bernafas. Tak hanya itu, pepohonan juga berperan dalam menjaga pasokan air bersih untuk sumber air demi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya.
Tanpa pepohonan, kita akan seperti manusia yang kehilangan paru-paru dan separuh jiwa. Pohon memberi kita udara yang lebih segar. Pohon juga menangkis paparan sinar matahari sehingga kita tidak terbakar teriknya.
Bukan itu saja, pohon telah mengajarkan kita untuk memaknai kehidupan yang sebenarnya. Lihatlah, bagaimana pohon bertumbuh dari biji lalu berkembang menjadi besar, menjulang, berbuah, lalu bertunas dan seterusnya. Seluruh bagian dari pohon dipersembahkan untuk kehidupan.
Oleh sebab itu, peringatan tentang gerakan hari satu juta pohon sedunia, bukan sekadar anjuran untuk menanam. Lebih dari itu, ini suatu peringatan dan pelajaran tentang cinta, tentang kehidupan yang saling menjaga, saling memberi dan menerima, serta bagaimana memahami kehidupan sebagai keberlanjutan.
[irp]
Memanen filosofi dari pohon
Pernah ada kisah tentang seorang kakek tua yang menghabiskan waktunya untuk menanam. Lalu, seorang bertanya padanya, mengapa ia masih menanam, sementara hidupnya di dunia mungkin tak lama lagi dan pohon yang ditanamnya pun mustahil bisa dinikmatinya? Jawabannya mengejutkan, sang tua itu menanam untuk dinikmati anak cucunya. Begitulah pesan cinta dalam menanam pohon. Apa yang kita tanam, akan menjadi berkah pada banyak orang, pada masa depan. Menanam dan merawat pohon adalah bahasa cinta, sebagaimana pohon itu sendiri yang kaya akan makna filosofis. Maka, momen hari menanam, mestilah tumbuh setiap saat, tidak sekali dalam setahun, bila perlu, spirit ini harus membathin. Mengapa? Karena pohon seperti seorang guru filsafat yang kebijaksanaannya terpatri pada gerak dan lakon hidupnya. Mari kita lihat dan cermati betapa banyak pembelajaran dari pohon yang sangat bermanfaat untuk kita mengarungi kehidupan. Kita mulai dari fase paling pertama, sebuah pohon dapat bertumbuh dengan kuat karena akar. Akar pepohonan memiliki peran kunci, tetapi ia harus berada di bawah tanah. Akar tak butuh pencitraan sebagai heroes yang menentukan hidup-matinya sebuah pohon. [irp] Cukuplah akar bekerja dengan seksama di belakang layar. Akar mencari makanan, akar pula yang menjadi bagian penting untuk sebuah pohon bisa berdiri tegak. Meski akar punya peran dominan, akar membutuhkan bagian yang lain yakni batang, ranting dan dedaun. Jika semua bagian itu bertumbuh dengan baik, maka baiklah pertumbuhan sebuah pohon. Analogi sederhana dari tatanan kehidupan pohon menggambarkan tentang sebuah organisasi, institusi atau sistem bernegara. Akar dalam hal ini bisa ditafsirkan sebagai sumber daya manusia, sebagai kunci dalam kesuksesan atau kinerja organisasi atau perusahaan. Sebagaimana akar, sumber daya manusia yang kuat akan sulit ditaklukkan. Pohon yang ditebang berkali-kali, akan selalu bertunas kembali, sejauh akarnya masih tetap ada. Ini juga sebuah pelajaran bahwa membangun sebuah mimpi harus dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusianya, sebab inilah akar dari peradaban. [irp]Tiga Filosofi lainnya
Selain filosofi tentang akar yang menarik jadi renungan bersama, berikut 3 filosofi pohon lainnya yang juga menarik disimak.-
Pohon tidak makan dari buahnya
-
Pohon memberi manfaat tanpa pandang bulu
-
Pohon melindungi dan menjaga masa depan